Widhi Budimulia persiapkan Rancangan Busana Ukuran plus

Selain terkenal dengan kekayaan alam dan budaya, Indonesia juga menggaung di kancah internasional melalui tren fashion.

Berikut Liputan6. com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (26/12/2019) cara mendesain baju tuk pemula. Upaya ini memberikan ia penghargaan Fashion Icon Award 2008 dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode / APPMI sebagai penggagas kembalinya batik tenun.

Pada tahun 2004, lahirlah rancangan yang dipersembahkan secara eksklusif untuk pengantin, yaitu Biyan Bride. Melalui label ini, ia membuka layanan personalisasi gaun yang bisa disesuaikan dengan karakter calon pengantin.

Perancangan ini dilakukan dalam rangka pembuatan koleksi ready to be able to wear untuk brand “Tedotik” dengan menggunakan kain tenun gedog Tuban dan batik tenun gedog Tuban. Perancangan diciptakan karena melihat kurangnya komunitas pengrajin generasi muda dan kurang inovasi anyar. Seseorang yang berpenampilan baugs selain harus memiliki tingkah laku dan kepribadian dalam baik juga harus didukung oleh penampilan luar berupa keindahan dan ketepatan di dalam berbusana. Ketepatan busana yg baik sebaiknya memiliki ketepatan dari segi pola juga unsur dan prinsip desain yang sesuai bagi pemilik. Keranekaragamnya desain busana sering kali menimbulkan kesulitan bagi pengguna dalam mencocokkan macam busana dengan kebutuhan penggunaan busana dan ketepatan ukuran busana dengan ukuran tubuh. Setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda hingga memerlukan teknik perancangan ragam yang lebih cermat terutama busana wanita. Adapun aplikasi yang dimaksud adalah Pola Pakar untuk Menentukan Ukuran Pola dan Desain Busana.

Koleksinya akhirnya menjadi andalan para pengantin yang begitu jeli mengutamakan mutu desain. Ia mendapatkan penghargaan Piala Redaktur Mode 1993 sebagai New Comer Designer of the Year 1991 dari para redaktur setting Jakarta yang tergabung di dalam Redmod. Kemudian, Didi jua menerima penghargaan “Fashion Artist Awards 2000” dari Style Cafe Jakarta, dan segenap penghargaan lainnya. Rancangan yang elegan dan mengikuti lekuk tubuh wanita menjadi identitas Didi ketika merancang gaun malam maupun gaun pengantin. Tahun 1995, Sebastian yg dikenal akrab dengan panggilan Seba ini, merilis koleksi siap pakai bertajuk Wahl sebagai label sekundernya. Ia bekerja sama dengan sang istri yang berasal dari Croatia, Christina Panarese. Kemudian di tahun 2000, keduanya membikin koleksi siap pakai oleh sentuhan adibusana yang diberi nama Sebastian Red.

Sementara itu, di sewaktu Indonesia terkena krisis ekonomi Asia pada bulan Mei tahun 1999, Biyan justru meluncurkan label yang dirancang untuk anak muda, S. M. L. Potongan asimetris dan dekonstruksi menjadi ciri khas label tersebut. Tuk materialnya, label S. Michael. L menggunakan bahan katun yang cocok dikenakan sehari-hari. Perjalanan yang panjang dengan cerita pengalaman yang menginspirasi, tangan kreatifnya berhasil membawa perubahan yang membanggakan pada urusan fashion Tanah Atmosphere. Pada mulanya, dia tidak sedikit membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*